Ilmu, Simbol Kejayaan Umat dan investasi
dunia akhirat
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ
يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ
لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ؛
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah…
Rasanya
tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah, karena dari limpahan
rahmat dan karuniaNya, hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita
sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. Syahadatpun harus selalu kita
benahi, biar lebih mendekati makna yang hakiki. Sanjungan shalawat kita
sampaikan kepada Baginda Rasul, ujung tombak pembawa pelita kehidupan.
Jamaah
sekalian yang kami hormati
Dari
mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi, umumnya kepada para
jamaah sekalian untuk selalu menjaga, mempertahankan dan terus berupaya
meningkatkan nilai-nilai taqwa, hanya dengan taqwalah kita selamat di hari
pengadilanNya.
Bapak ibu,
saudara saudari yang di rahmati oleh Allah…
Ilmu,
telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu, bahkan ilmu telah menjadi
simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai
maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. Hingga hampir menjadi kesepakatan
setiap jawara bangsa, bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi
ilmunya. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju.
Akan tetapi sayang seribu kali sayang, sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu
ini berlaku hanya pada masalah duniawi. Bahkan pikiran sebagian besar kaum
muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya. Yang lebih memprihatinkan
lagi, sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun
justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena
terfitnah oleh kilauan dunia. Tanpa disadari semua itu hanyalah panorama belaka yang
akan hilang oleh sinar matahari yang menyengat, bahkan kebanyakan dari kita
berlomba dan terus berlomba untuk menjadi orang yang terwahid dikancah
perkembangan teknologi saat ini, itu sebenarnya memang bukanlah sebuah
kesalahan, namun sayang seribu sayang jika semua itu tdk dibarengi dengan ilmu
akhirat (ilmu agama) Bukankah
kita pernah mendengar wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu
anhu :
اِرْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً وَارْتَحَلَتِ
اْلآخِرَةُ مُقْبِلَةً وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُوْنٌ، فَكُوْنُوْا مِنْ
أَبْنَاءِ اْلآخِرَةِ وَلاَ تَكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَاِء الدُّنْيَا، فَإِنَّ
الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلٌ.
“Dunia akan pergi
berlalu, dan akhirat akan datang menjelang, dan keduanya mempunyai anak-anak.
Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia.
Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan), dan besok
hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal.” (HR. Al-Bukhari secara mu’allaq).
Hadits di atas memberikan pesan kepada
kita bahwa sesungguhnya kejayaan dunia
akan berakhir seiring berjalannya waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT,
bila waktunya nanti tlah tiba disaat
manusia telah bertransisi dari kehidupan
dunia menuju kekehidupan akhirat, maka
dengan hanya berbekal ilmu dunia saja kita akan sengsara di akhirat,
Akankah
kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu
apa yang akan menimpanya. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah
tersedia.
Ma’asyiralmuslimin
rahimakumullah…
Akankah
kita bergelimang dalam kebodohan, padahal kebodohan adalah lambang kejumudan.
Lalu, tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. Lalu apa
yang menghalangi kita
untuk segera meraup ilmu dien (agama), sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya
masa depan kita? Padahal diakhiratlah tempat kesuksesan
yang abadi,,?
Olehnhya
itu mari menuntut ilmu dunia tapi jangan
lupakan ilmu akhirat, karena sesungguhnya ilmu akhirat itu adalah investasi
yang kekal, keuntungan sesungguhnya di peroleh di akhirat, disamping itu pula
keuntungannya pun diperoleh di
dunia, bahkan ada amalan-amalan sampai
kita mati pun keuntungan itu terus berjalan,
Sebagaimana
hadits Rasulullah yangberbunyi :
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ
إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ؛ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٌ
صَالِحٌ يَدْعُوْ لَهُ.
“Jika
manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, atau ilmu yang
dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.”
Jadi
jangan pernah ragu untuk menuntut ilmu agama karena sesuai janjinya Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang
alim) di dunia dan akhirat. Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah
umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Dan di akhirat akan
Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah
diamalkan dan didakwahkannya.
Allah
Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman:
“Niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah!
Demikianlah
pidato yang sempat kami bawakan, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan menjadi pendorong
semangat bagi orang yang bercita-cita mulia untuk mencapai kehidupan sukses didunia
dan akhiratnya.
وَاللهَ نَسْأَلُهُ أَنْ يَرْزُقَنَا عِلْمًا
نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَصَلَّى اللهُ عَلَى
نَبِيِّنًا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar